The 19th of 29th
Assalamu’alaikum..
Hei, Gadis Mulia nan Lemah Lembut, tahukah kamu? Jok belakang motorku berbisik, ia rindu akan hadirnya sosok lembutmu dalam selimut dingin maghrib saat kita bersama menyusuri langit senja.
Hei, Gadis Mulia nan Lemah Lembut, tahukah kamu? Helm merah-hitamku berteriak, ia mencari harum khas serta lembut hijabmu menerpa busa kasarnya tatkala derai rintik hujan menyambut kepulangan sosokmu di tempat bernama rumah.
Hei, Gadis Mulia nan Lemah Lembut, tahukah kamu? kedua pedal belakang motorku bertanya, akankah mereka kembali merasakan lembutnya pijakan dan sepatumu sepanjang kerasnya aspal dan debu perjalanan kita.
Hei, Gadis Mulia nan Lemah Lembut, tahukah kamu? kalbuku terusik, ia kehilangan satu titik terdalamnya, titik yang selama ini ada 1 sosok yang mengisinya, titik yang entah disadari atau tidak telah menjadi kokain imajiner baginya,
Hei, Gadis Mulia nan Lemah Lembut, tahukah kamu? atau lebih tepatnya tahukah aku? Atas semua momen aku-kamu, akankah pagar rumahmu merindukan hadirku dan semua ke-pengecut-anku?
Because in the moment of 19th of 29th, every single element in this form called live miss you so much…
2 notes

Reblogged from